Minggu, 13 November 2016

Japan, We Are Coming



 Sekelumit Cerita tentang Persiapan

Setelah sekian lama kepingin liburan ke Jepang sekeluarga, akhirnya di pertengahan September yang lalu kami berkesempatan ke sana. Persiapan yang kami lakukan sebelum keberangkatan  antara lain adalah :
·         Pertama tentunya mengurus visa. Bagaimana cara mengurus visa ke Jepang, sudah saya tuliskan lengkap di tulisan saya sebelumnya.
·         Karena salah satu dokumen yang diperlukan untuk mengurus visa adalah bukti tiket pesawat ke Jepang (pp) maka sebelumnya kami membeli tiket dulu. Berhubung rencana liburan ini cukup mendadak, dan harga tiket pesawat full board sdh mahal, maka akhirnya kami memilih budget airline, yang penting kami bisa tiba dengan selamat di tempat tujuan.
·         Setelah permohonan visa kami disetujui, mulailah kami mencari penginapan yang tarifnya terjangkau. Pilihan kami adalah apartemen yang kami cari via airbnb. Selain tarif terjangkau, pertimbangan lain adalah supaya kami bisa mencuci pakaian, memasak (paling tdk utk sarapan pagi) dan disediakannya wifi gratis + wifi portable oleh pemilik apartemen.

Di Tokyo kami memilih apartemennya Yuta di Nihonbashihamacho, Chuo-ku, dengan  tarif USD 538 untuk 4 malam. Di Kyoto kami memilih apartemennya Nami di Shinhiyoshichō, Kyōto-shi, Kyoto-fu dengan tarif USD 447 untuk 4 malam. Sementara di Osaka kami memilih apartemennya  Nanako di Higashi Nakajima dengan tarif USD untuk 1 malam.

·         Karena kami berencana mengunjungi beberapa kota yaitu Tokyo, Yokohama, Osaka, Kyoto dan Hiroshima, maka kami membeli tiket kereta api JR Pass untuk 7 hari seharga 29.110 Yen  per orang atau sekitar Rp. 3,7 juta per orang (tergantung kurs).
·         Tadinya kami mau menyewa Wifi portabel dari sini, tapi karena masing2 apartemen yang kami sewa menyediakan wifi portabel jadi kami batalkan rencana menyewa wifi portabel tsb.
·         Persiapan lain adalah mencek cuaca melalui acuweather, ternyata menurut acuweather cuaca selama kami disana masih relatif hangat (akhir musim panas) jadi kami hanya membawa baju2 tipis saja dan jaket yang tidak terlalu tebal untuk antisipasi siapa tau tiba2 cuaca berubah menjadi lebih dingin.
·         Kami juga menyusun itinerary berdasarkan hasil browsing dari internet, juga dari grup2 traveling di facebook, supaya ada patokan mau jalan kemana saja selama di sana.
·         Untuk makanan, kami hanya membawa sedikit saja makanan2 kering seperti mie instan, kornet sachet, sereal, kecap & sambal sachet, dan tak ketinggalan tolak angin cair sebagai senjata anti masuk angin. Karena berdasarkan hasil browsing, di Jepang khususnya di Tokyo, Osaka, Kyoto, sudah banyak resto2 halal. Selain itu kami juga menginap di apartemen yang menyediakan dapur dan alat masak, jadi kami bisa masak juga.
·         Oiya, untuk memudahkan perjalanan, kami sudah melakukan web check-in, baik untuk kepergian maupun kepulangan.


      Akhirnya.......Tiba di Jepang

Akhirnya hari Jumat 16 September 2016 pun tiba. Kami berangkat dari Jakarta jam 08.35 pagi menuju KL untuk transit disana. Selanjutnya dari KL kami berangkat jam 14.30 waktu KL menuju Haneda International Airport. Perjalanan alhamdulillah lancar. 
Kami tiba di Haneda sudah hampir tengah malam. Waktu lapor imigrasi kami kena random check. Mula2 si bapak yang kena, akhirnya kami berempat kena random check semua dan disuruh masuk ke suatu ruangan oleh petugas imigrasi. Mulanya kami bingung kenapa kena random check, kami tanyakan ke salah satu petugas yang ada di ruangan tsb tapi si petugas gak bisa menjelaskan. Selain kami ada beberapa orang yang kena random check dan semuanya merasa kebingungan. 
Setelah kira2 setengah jam dilanda kebingungan, akhirnya ada satu petugas yang mendatangi kami dan menanyakan dimana kami menginap sambil menunjukkan immigration form yang sudah kami isi saat masih di pesawat. Di immigration form tsb kami mengisi alamat kami menginap dengan alamat apartemen di Tokyo (nomor dan jalan dimana apartemen tsb berada). Kami jelaskan bahwa itu alamat apartemen yang kami sewa. Untung kami membawa print-out konfirmasi dari si pemilik apartemen jadi kami tunjukkan itu kepada si petugas, kami juga tunjukkan semua print out boarding pass untuk kepulangan, juga tiket JR Pass. Akhirnya setelah penjelasan tsb, paspor kami dicap....artinya kami bisa masuk ke Jepang.
Karena kami tertahan cukup lama di imigrasi, kami baru bisa keluar bandara Haneda sekitar jam 12 malam, artinya kendaraan umum yang menuju apartemen tempat kami menginap, baik kereta maupun bus  sudah tidak ada. Akhirnya kami naik taxi dengan tarif yang cukup mahal yaitu 8000 Yen... yaaa gimana lagi, tidak ada pilihan lain, daripada harus menginap di bandara menunggu jadwal kereta/bus yang paling pagi, yang penting kami bisa tiba dengan selamat di apartemen dan bisa beristirahat dengan nyaman setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.

Mengurus Visa Jepang



Untuk kepergian kami sekeluarga ke Jepang tahun ini, kami mengurus visa sendiri. Menurut  saya mengurus visa Jepang lebih mudah dibanding visa Schengen, dalam arti persyaratan/dokumen yang dibutuhkan tidak sebanyak untuk visa Schengen.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah browsing ke website Kedutaan Jepang untuk mencari info mengenai persyaratan yang diperlukan.
Alamat website Kedutaan Jepang adalah : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html

Adapun jenis-Jenis Visa Jepang  adalah sebagai berikut :
1.       Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga
2.      Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga (apabila Pengundang adalah WN Jepang yang berdomisili di Indonesia)
3.       Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Teman
4.       Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri
5.       Visa Kunjungan Sementara Berkali-kali (Wisata)
6.       Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Bisnis
7.       Visa Khusus (Visa Pelajar/ Bekerja/ Pelatihan/ Menetap dalam jangka waktu tertentu)
8.       Visa Transit
9.       Visa Single Entry Untuk Tujuan Group Tour Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) Yang Diselenggarakan Oleh Travel Agent Yang Ditunjuk

Karena kami bukan pemegang e-paspor dan akan melakukan kunjungan wisata dengan biaya sendiri, maka syarat-syarat/dokumen yang diperlukan untuk mengajukan permohonan Visa adalah sebagai berikut :
1.       Paspor (asli) yang masih berlaku minimal 6 bulan ke depan.
2.       Mengisi formulir permohonan visa (bisa didownload dari website di atas) dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil paling lama 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
3.       Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
4.       Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
5.       Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
6.       Jadwal Perjalanan/semua kegiatan sejak masuk hingga ke luar Jepang (menggunakan form itinerary  yang didownload dari website di atas), kami juga melengkapinya dengan bukti reservasi hotel (via booking.com).
7.       Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu dan berasal dari satu keluarga)
8.       Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya :
Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir
(bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).
Untuk saldo pada rekening tidak ada ketentuan berapa, jadi kami serahkan saja rekening koran kami apa adanya.


Catatan :
*   Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket permohonan visa.
*   Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (yang tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).
·                   Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
·                   Pemohon adalah karyawan BUMN.
·                   Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
·              Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan      Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
·                   Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
·           Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor,  asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.

Sebenarnya jika melihat keterangan di atas, maka saya sebagai karyawan BUMN harusnya tidak perlu melampirkan bukti keuangan, tapi kami tetap melampirkannya dan menurut petugas di loket sebaiknya dilampirkan saja untuk antisipasi jika diperlukan, supaya kami tidak perlu bolak balik ke Kedubes untuk melengkapinya.
Oiya, kami juga melampirkan Surat Keterangan Kerja dari kantor saya (dalam Bhs Inggris), yang menerangkan bahwa saya punya pekerjaan di sini dan akan bepergian bersama keluarga serta biaya selama perjalanan ditanggung oleh saya sendiri.

Tempat pengajuan Visa Jepang.
Untuk mengurus visa ke Jepang bisa datang langsung ke Kedubes Jepang di Jakarta atau ke beberapa kantor konsulat Jepang di Surabaya, Medan, Denpasar dan Makasar , sesuai wilayah yuridiksi masing-masing. Karena kami berdomisili di Palembang maka kami ke  Kedutaan Besar Jepang di Jakarta (Sumatera Selatan masuk wilayah yuridiksi Kedubes Jepang di Jakarta).
Hari dan waktu pelayanannya seperti halnya kedutaan besar lainnya yaitu :
Hari Senin - Jumat, (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan).
- Pengajuan Permohonan Visa : 08:30 - 12:00.
- Pengambilan Paspor : 13:30 - 15:00.

Biaya pengajuan Visa ke Jepang
Biaya permohonan visa ke Jepang untuk single entry adalah Rp. 330.000 dan dibayar saat kita mengambil visa, bukan saat menyerahkan dokumen persyaratan.
   
Proses Pengurusan Visa Jepang
Karena kami akan pergi sekeluarga berempat, dan karena saat itu hanya si adik yang punya waktu luang, maka yang datang ke kedutaan hanya si adik. Hal ini memang diperbolehkan namun harus membawa dokumen yang menyatakan bahwa yang akan bepergian tersebut memang satu keluarga, jadi saat itu si adik membawa kartu keluarga.
Si adik saat itu datang ke kedutaan hari Jumat 26 Agustus 2016 kira-kira jam 08.30 dan waktu pengurusannya (beserta antrinya) hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Setelah menyerahkan semua persyaratan, si adik diberikan kertas/slip untuk pengambilan paspor/visa 4 hari kemudian.
4 hari kemudian, Rabu 31 Agustus 2016 sesuai yang dijanjikan, si adik kembali lagi ke Kedubes Jepang dan mendapat kepastian bahwa permohonan visa kami dikabulkan.....alhamdulillah.
Sebenarnya kami agak mepet waktunya mengurus visa karena kami akan berangkat tanggal 16 September 2016, dan sempat agak khawatir visa tidak disetujui padahal kami sudah beli tiket pesawat, tapi alhamdulillah pengurusan visa kami lancar dan selanjutnya kami bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan perjalanan kami.

Selasa, 16 Agustus 2016

SETELAH EMPAT TAHUN BERLALU

Menjalani Whole Body Scanning

4 tahun yang lalu atau tahun 2012 aku menjalani total thyroidectomy dilanjutkan dengan ablasi radioaktif untuk menghabiskan dan menghancurkan sel-sel cancer thyroid yang masih bersemayam di tubuhku.
Setahun setelah total thyroidectomy atau 6 bulan pasca ablasi, aku menjalani whole body scan (WBS) untuk melihat apakah masih ada sisa-sisa sel cancer di tubuhku, dan alhamdulillah hasil WBS saat itu menunjukkan bahwa tubuhku sudah bersih dari sel-sel cancer.
Seharusnya WBS dilakukan rutin minimal setahun sekali untuk mendeteksi secara dini jika ada sisa sel cancer thyroid atau jika sudah metastase ke organ tubuh lain, sehingga bisa ditangani sejak dini juga.
Namun karena sesuatu dan lain hal, antara lain kepindahan pekerjaanku kembali ke unit, juga karena aku merasa baik-baik saja, maka akhirnya selama 3 tahun aku tidak melakukan WBS. Selain itu ada juga rasa malas melakukan WBS karena harus berpuasa  levotiroksin untuk persiapan WBS selama kurang lebih 3 minggu.
Pengalaman sebelumnya saat akan menjalani ablasi dan WBS sehingga harus berpuasa levotiroksin selama 3 - 5 minggu, kondisi tubuhku rasanya seperti nano-nano.....berjuta rasanya. Kondisi tubuh jadi gak karuan, lemas sampai seperti tak bertulang, ngantuk sepanjang hari, berat badan naik, emosi gak stabil, seperti masuk angin terus menerus, kalau kecapekan maka setelahnya badan seperti habis digebuki......padahal aku harus tetap bekerja.....bisa dibayangkan bagaimana beratnya.
Selain itu juga harus menghindari seafood, mengurangi garam beryodium, gak boleh pakai obat gosok/balsem, gak boleh makan obat yang mengandung mint/mentol, gak boleh minum jamu-jamuan dan ada beberapa pantangan lagi.
Kalau badan masuk angin kan paling enak digosok pakai balsem atau minum jamu tolak angin....nah itu termasuk yang gak boleh....jadi bayangin aja, badan sakit-sakit semua karena masuk angin tapi dibiarin aja.....gak dikasih obat gosok, gak minum tolak angin.....berjuta rasanya kan.....
Kenapa kondisi tubuh bisa sampai seperti itu? Ya karena tanpa levotiroksin (hormon tiroid sintetis) maka metabolisme tubuh terganggu.....jadi hampir semua sel tubuh juga ikut terganggu.... begitulah....betapa pentingnya hormon tiroid......
Tapi setelah 3 tahun tanpa menjalani WBS, akhirnya aku berpikir dan ketakutan sendiri, bagaimana kalau ternyata sel-sel cancer tiroid di tubuhku tumbuh lagi dan bermetastase ke organ lain seperti yang dialami beberapa temanku? Kalau sampai tumbuh lagi atau metastase ke organ lain maka harus ablasi lagi.....membayangkan ablasi lagi membuatku sedih.....membayangkan diisolasi selama beberapa hari....duuhh.....

Akhirnya saat cuti di bulan Mei yang lalu, aku mampir ke Kedokteran Nuklir RSPP, minta dijadwalkan WBS. Aku dibuatkan jadwal sebagai berikut : mulai tgl 23 Juli puasa levotiroksin, 10 Ags ambil darah untuk cek TSHs, Tg dan anti Tg serta ditetes iodine I-131, kemudian tgl 11 Ags dilakukan WBS.
Kenapa dari Mei baru mulai puasa levotiroksin di bulan Juli? Karena bulan Juni – Juli kan Ramadhan kemudian Lebaran dan aku gak mau puasa levotiroksin di bulan Ramadhan, takut gak kuat.
Selanjutnya tgl 23 Juli mulailah aku puasa levotiroksin. Saat puasa, kadang tubuhku seharian strong, aku bisa beraktivitas seperti biasa tanpa kendala lemas atau pusing atau apalah. Tapi kadang seharian badanku lemas, terasa kedinginan sampai gemetaran. Pernah juga saat itu ada training seharian diselingi izin ke luar untuk melayat, malamnya badanku sakit dan pegal-pegal seperti habis digebuki. Masuk minggu ketiga puasa levotiroksin badanku rasanya masuk angin terus menerus, duuhh....rasanya .....cuma sesama survivor cancer tiroid yang mengerti.....
Tapi bagaimanapun juga, aku gak menyerah dengan kondisi tubuh yang up and down seperti itu.....aku bisa menyelesaikan puasa levotiroksinku.
Dan akhirnya tgl 10 Ags 2016 darahku diambil untuk cek TSHs, Tg dan anti Tg serta ditetes Iodine 131 sebagai cairan kontras untuk pemeriksaan WBS besoknya.
Keesokan harinya tgl 11 Ags 2016 dilakukan WBS. Selama proses scanning ......dalam keadaan diam gak boleh bergerak selama kurang lebih 45 menit, aku gak henti berzikir dan berdoa mengharapkan hasil terbaik. Aku pasrahkan semua kepada Allah Yang Maha Kuasa, karena hanya dari kasih sayang Allah semata lah kita bisa sehat dan sembuh, kita manusia hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin.
Setelah menunggu hasilnya selama satu jam, dengan perasaan harap-harap cemas,  aku dipanggil dan diberikan hasil cek darah dan WBS. Alhamdulillah ya Allah, Engkau Maha Baik, hasil cek darah dan WBS ku baik semua, artinya tidak ditemukan sel-sel cancer tirod di tubuhku..... alhamdulillah..... alhamdulillah.....plong rasanya.....
Hasil lengkapnya sebagai berikut :
Hasil cek darah : tiroglobulin RIA 3.25 ng/mL dan anti-tiroglobulin 3.13 IU/mL.
Hasil WBS : tidak tampak sisa jaringan tiroid fungsional di lapang tiroid dan organ non-fisiologis lain.
Disertai saran untuk pemeriksaan berikutnya :
cek lab kadar TSHs pada 5 Sep 2016
cek lab Tg, anti-tiroglobulin antibodi pada 6 Feb 2017 tanpa puasa levotiroksin
cek lab kadar Tg, ATA dan pencitraan whole body pada 9 Ags 2017 dengan puasa levotiroksin mulai 24 Juli 2017.
Terima kasih Dr Ryna dan staf Kedokteran Nuklir RSPP yang telah melakukan pemeriksaan dan memberikan saran-saran untukku.


saat discanning

saat discanning

hasil cek darah dan WBS

Bagaimana Hasilnya Bisa Baik?
Ada beberapa teman sesama pejuang tiroid yang menanyakan apa kiatnya supaya hasilnya bisa baik terus dengan hanya sekali ablasi dan 3 tahun gak wbs? Terutama adalah bagaimana pola makanku, apakah ada pantangan tertentu? Karena selama ini banyak sekali yang bilang gak boleh makan ini atau itu, sampai-sampai takut makan makanan tertentu padahal itu cuma mitos yang belum diketahui bagaimana kebenarannya.
Kalau aku hanya menuruti apa kata dokter. Dokter onkologi bilang gak ada pantangan makanan apa-apa, pesannya hanya jangan berlebihan aja. Dokter nuklir bilang kurangi seafood, coklat, brokoli, kembang kol, daun singkong dan garam beryodium, pokoknya makanan yang mengandung yodium tinggi karena makanan cancer tiroid adalah yodium, beda dengan cancer-cancer yang lain. Yang perlu diperbanyak dan harus ada setiap hari adalah buah dan sayur segar.
Jadi aku hanya mengurangi makanan yang disebutkan tadi.....ingat ya....mengurangi....bukan tidak sama sekali. Jadi aku  tetap makan seafood atau coklat sekali-sekali..... namanya orang palembang mana bisa gak makan seafood (baca pempek....karena pempek kan pakai ikan dan biasanya pakai ikan laut seperti tenggiri, dll). Toh gak tiap hari juga makan pempek, ikan laut, cumi, udang atau kepiting.....hanya sekali-sekali dan gak banyak juga yang dimakan.
Untuk memasak juga masih pakai garam beryodium tapi kadarnya dikurangi.  Selain itu juga mengurangi makanan berpengawet, makanan kalengan, fastfood, msg,  minuman bersoda, tapi makanan-makanan ini sebenernya bukan perlu dihindari oleh penderita gangguan tiroid saja tapi orang yang sehatpun sebaiknya menjauhi makanan-makanan yang tidak sehat ini.
Bagaimanapun juga tubuh kita perlu nutrisi berupa karbohidrat, protein nabati & hewani, serat, lemak, vitamin, mineral, dalam proporsi yang seimbang. Meniadakan salah satu komponen tadi akan membuat nutrisi kita gak seimbang dan boleh jadi akan menyebabkan masalah kesehatan lain.
Jadi apa batasannya? Ya ikuti sunnah saja.....berhenti makan sebelum kenyang alias makan secukupnya, tidak berlebihan, apapun jenis makanannya dan yang paling penting adalah makanan tersebut harus halal dan terjaga kebersihannya.
Apakah aku makan herbal-herbal tertentu atau menjalani terapi alternatif lain seperti yang banyak diiklankan dan disarankan oleh teman-temanku, yang katanya bisa mengobati kanker, yang katanya kalau makan herbal tertentu atau ikut terapi alternatif tertentu gak perlu lagi makan levotiroksin? No.....aku termasuk orang yang gak percaya dengan pengobatan herbal atau alternatif, untuk pengobatan aku lebih memilih secara medis. Sudah banyak bukti bahwa orang yang menolak pengobatan medis dan memilih herbal atau terapi alternatif dan menghentikan pengobatan secara medis ternyata bukan makin baik dan sembuh namun tingkat/stadium kanker nya makin parah dan ketika memilih kembali ke pengobatan medis ternyata sudah terlambat.
Hal lain yang aku jaga adalah istirahat cukup, jangan terlalu capek beraktivitas, jangan tidur kemalaman, karena tubuh punya hak untuk istirahat.
Tapi semuanya kembali pada pribadi masing-masing, semua punya pilihan masing-masing. Aku yakin yang Maha Menyembuhkan itu hanya Allah semata dan aku memilih menjalankan ikhtiar untuk kesembuhan secara medis diiringi doa yang gak putus agar ikhtiarku diredhoi oleh Allah swt.
Mudah-mudahan jalan yang aku pilih ini bisa membuatku tetap sehat dan mudah-mudahan pemeriksaanku tahun depan dan tahun seterusnya hasilnya selalu baik seperti yang diharapkan.....aamiin ya robbal alamin....


Selasa, 12 Juli 2016

TRANSPORTASI DI JERMAN


Selama jalan2 di Jerman tahun lalu, kami gak pernah kena traffic jam deh.....mungkin karena kami kemana-mana naik kereta dan jalan kaki ya..... Tapi patut diakui bahwa sistem transportasi massal di sana memang jempolan....tepat waktu, terintegrasi, aman, nyaman, .....pokoknya serba teratur dan juga ramah pada penumpang berkebutuhan khusus (difabel) serta modern dan canggih.

Jalanan dan jalur tram di Bremen di hari Minggu.....sepiii....

Jalanan di pusat kota Hamburg.....sepi juga....mungkin krn hari Minggu
 
Untuk dalam kota ada beberapa moda transportasi massal yaitu bis, tram (strassenbahn), S-bahn (schnell bahn) yaitu kereta yang melaju di atas tanah dan menghubungkan kota besar dengan kawasan sekelilingnya yang lebih kecil dan U-bahn (unter bahn atau subway) yaitu kereta bawah tanah. Dan jangan dibayangkan bahwa bis2 disana bisa ngetem dan berhenti di sembarang tempat ya....karena mereka hanya berhenti pada halte, dan jangan juga dibayangkan bahwa halte bis nya besar seperti halte trans jakarta karena halte bis disana sederhana saja kok....kadang hanya berupa plang/signboard yang menandakan bahwa itu halte bis.

Halte bis dlm kota yg sederhana (foto dari www.balkhausen.net)

Tram di Hannover (foto dari internet)

U-bahn (foto dari wikimedia)

S-bahn (foto dari sarahehomemaker.blogspot.com)

Di dalam U-bahn di Hannover

suasana stasiun bawah tanah di Hannover
 
Untuk antar kota, selain pesawat dan bis, juga tentunya kereta. Ada beberapa jenis kereta antar kota yaitu Intercity Express atau ICE, ini kereta yang paling cepat dan tentunya paling mahal tarifnya, kereta ini dioperasikan oleh operator kereta api milik pemerintah yaitu Deutsche Bahn dan mempunyai kecepatan sampai 300 km/jam. Kereta ICE juga mempunyai jalur lintas negara yaitu ke beberapa kota di Swiss, Austria, Belgia dan Belanda. Lalu ada Inter City atau IC, Regional Bahn atau RB dan Regional Express atau RE. Selain sistem perkereta-apian yang canggih, Jerman juga mempunyai stasiun kereta api terluas di Eropa yaitu Leipzig Hauptbahnhof.

bis jarak jauh (foto dari tz-online.de)

salah satu kereta regional

kereta regional dua tingkat dengan gerbong khusus penumpang pesepeda

si kereta super cepat ICE

Berlin Hbf, stasiun berarsitektur modern

di dalam Berlin Hbf, seperti di mall ya.....

Hannover Hbf


jadwal kereta lengkap dengan posisi gerbong di gleis (peron)

Leipzig Hbf, stasiun kereta terluas di Eropa......tapi tampak sepi ya....

Dresden Hbf
 
di kereta ICE Frankfurt - Hannover


stasiun di Kassel

di kereta IC Hannover - Bremen
 
Untuk tiketnya ada beberapa kategori. Ada tiket tahunan (jahreskarte), tiket bulanan (monatskarte), tiket mingguan (wochenkarte), tiket harian (tageskarte) dan tiket yang hanya berlaku untuk sekali jalan (einzelkarte). Ada juga gruppentageskarte (berlaku selama sehari untuk kelompok), semester tiket (khusus untuk student), schönes wochenende tiket (tiket yang berlaku untuk kelompok dan khusus untuk weekend), bundestiket (tiket yang berlaku dalam suatu negara bagian), dan lain-lain. Tiket kereta bisa dibeli di mesin penjual tiket atau di loket atau melalui internet, sedangkan tiket bis bisa juga beli langsung sama sopirnya. Untuk perjalanan antar kota, kami saat itu beli tiket terusan  dua orang untuk perjalanan selama 10 hari berlaku selama sebulan, dan bisa digunakan untuk kereta ICE, IC, RE maupun RB.

antri beli tiket German Rail Pass di counter DB Bahn Bandara Frankfurt

beli tiket di mesin automat

macam2 tiket dalam kota

 Satu hal yang menarik, selama kami menggunakan kereta dalam kota, hanya satu kali ada pemeriksaan tiket oleh petugas di dalam kereta. Tapi walaupun begitu, penumpang di sana gak berani naik kereta tanpa tiket karena jika suatu saat ada pemeriksaan dan ketauan gak bawa tiket maka akan kena denda yang lumayan mahal (beberapa kali harga tiket). Jadi jangan tergoda menjadi penumpang gelap ya....hehehe.... Sementara untuk kereta jarak jauh (antar kota) selalu ada pemeriksaan tiket.
Hal menarik lainnya adalah sikap ringan tangan dari sopir bis/petugas kereta, jika ada ibu2 yang membawa baby stroller maka mereka dengan sigap akan membantu menaikkan/menurunkan baby stroller tsb, demikian juga jika ada penumpang difabel yang menggunakan kursi roda. Jadi siapa bilang orang2 di sana cuek dan dingin?

Nah....kalau jalan raya gak pernah macet karena jarang yang menggunakan mobil pribadi, jangan ditanya tempat penitipan sepeda di stasiun.....biasanya penuuhhhh.....karena kebiasaan orang2 di sana dari rumah menuju stasiun atau ke tempat2 yang jaraknya agak jauh biasanya menggunakan sepeda, jadi sepedanya dititipkan di stasiun. Hal menarik lainnya, orang sana kalau mengendarai sepeda selalu ngebut, yang muda maupun kakek nenek.....mungkin karena sudah terbiasa mengendarai sepeda di jalan raya sejak kecil ya jadi bagi mereka terasa ringan saja mengendarai sepeda walaupun kadang-kadang jalannya agak menanjak......

Turis bersepeda di Berlin......lihatlah trotoarnya yang lebar

parkir sepeda di Heidelberg Hbf
 
Hal menarik lainnya, di sana trotoarnya lebar-lebar dan biasanya dibagi menjadi trotoar khusus pejalan kaki (pedestrian) dan pesepeda, jadi aman, pejalan kaki dan pesepeda gak bersaing dengan kendaraan bermotor ataupun berebut tempat dengan pedagang kaki lima. Para difabel yang menggunakan kursi roda ataupun tuna netra juga bisa menggunakan trotoar dengan tenang dan aman.
Jadi iri.....kapan ya di negara kita moda transportasi massal nya bisa sebaik di Jerman? Kapan ya trotoarnya bisa lebar2 dan nyaman serta aman bagi pejalan kaki, pesepeda maupun difabel?

Pedestrian yang lebar, asri, cantik di Heidelberg

Pedestrian yang lebar dan nyaman di Dresden
 
Selain transportasi darat, tentunya di sana juga ada transportasi laut dan udara dong...... Untuk transportasi laut, Jerman punya pelabuhan tersibuk kedua di Eropa yaitu Pelabuhan Hamburg. Sedangkan untuk transportasi udara, Bandara Frankfurt merupakan bandara tersibuk ke-4 di Eropa setelah London-Heathrow Airport, Paris-Charles de Gaulle Airport dan Istambul-Attaturk Airport serta merupakan bandara tersibuk ke-12 di dunia dengan jumlah flight sekitar 1365 perhari. Bandara Frankfurt juga merupakan bandara dengan tujuan internasional terbanyak di dunia dengan 264 tujuan di 113 negara. Waktu lihat papan jadwal penerbangannya, banyak sekali kota tujuan yang baru pertama kali aku ketahui misalnya Bydgoszcz (gimana coba bacanya....hhehe), Faro, Lanzarote, Billund, Tallinn, Zadar, Vilnius....dan masih banyak lagi nama kota yang asing bagiku.


HafenCity, di area pelabuhan Hamburg

Papan penunjuk jadwal penerbangan di bandara Frankfurt


Ahhh.....jadi pengen jalan2 di sana lagi.....kapan yaaa......